Minggu, 08 Januari 2017

Contoh surat lamaran pekerjaan

Hal : Lamaran pekerjaan

Kepada Yth.,
Bpk/Ibu Personalia  
PT. Lentera Indah Karya
Jl. Panglima Cahaya Utama No. 30
Semarang

Dengan hormat,
Sesuai dengan informasi adanya lowongan pekerjaan dari PT. Lentera Jaya Bagus yang saya dapatkan dari harian Radar Semarang pada tanggal 10 Maret 2016. Saya bermaksud untuk melamar pekerjaan dan bergabung ke perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Adapun bagian pekerjaan yang saya maksudkan adalah bagian Marketing dengan kode (MG) di perusahaan PT. Lentera Indah Karya.
Berikut ini adalah biodata singkat saya
Nama                            : Gisella Angelica
Tempat / tgl. lahir      : Semarang, 14 Juni 1995
Pendidikan Terakhir    : S1 Manajemen Informatika
Alamat                        : Jl. Simpang lima no. 35, Semarang
Telepon (HP)               : 085678566787653
Pada saat ini saya dalam keadaan yang sehat, baik jasmani maupun rohani. Selain itu kemampuan berbahasa Inggris saya sangat fasih. Kejujuran selalu saya utamakan dalam bekerja, dan latar belakang pendidikan saya cukup memuaskan, dan saya juga dapat mengoperasikan beberapa software komputer dengan baik, seperti Lotus Spreedsheet, MS Office Word, Excell, Access dan beberapa macam software perkantoran lainnya.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan beberapa data, antara lain :
1.      Daftar Riwayat Hidup
2.      Foto Copy Ijazah S1
3.      Foto Copy Transkrip Nilai
4.      Foto copy Sertifikat Kursus dan Pelatihan
5.      Foto 3x4 yang terbaru
Kesempatan wawancara dari Bapak/Ibu Personalia sangat saya harapkan agar saya dapat menjelaskan lebih detail lagi mengenai potensi dan kemampuan saya yang bisa berguna untuk perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin saat ini.
Demikian surat lamaran kerja ini saya informasikan, terima kasih atas kerjasama dan perhatian Bapak/Ibu Personalia.

            Hormat Saya,



Gisella Angelica

Sabtu, 26 September 2015

Bruno Mars - Marry You Lyrics

It's a beautiful night ,
We're looking for something dumb to do
Hey baby
I think I want to marry you

Is it the look in your eyes?
Or is it these dancing juice?
Who cares baby
I think I wanna marry you

Well I know this little chapel on the boulevard we can go
No one will know
Oh come on girl

Who cares if we're trashed got a pocket full of cash we can blow
Shots of patron
And it's on girl
Don't say no, no, no, no-no
Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah
And we'll go, go, go, go-go
If you're ready, like I'm ready

Cause it's a beautiful night
We're looking for something dumb to do
Hey baby
I think I wanna marry you

Is it the look in your eyes?
Or is it the dancing juice?
Who cares baby
I think I wanna marry you

I'll go get a ring let the choir bells sing like oooh
So what you wanna do?
Let's just run girl

If we wake up and you wanna break up that's cool
No, I won't blame you
It was fun girl

Don't say no, no, no, no-no
Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah
And we'll go, go, go, go-go
If you're ready, like I'm ready

Cause it's a beautiful night,
We're looking for something dumb to do
Hey baby
I think I wanna marry you.

Is it the look in your eyes?
Or is it this dancing juice?
Who cares baby,
I think I wanna marry you.

Just say I do,
Tell me right now baby,
Tell me right now baby, baby
Just say I do
Tell me right now baby,
Tell me right now baby, baby

Oh it's a beautiful night
We're looking for something dumb to do
Hey baby
I think I wanna marry you


Is it the look in your eyes?
Or is it this dancing juice?
Who cares baby
I think I wanna marry you.

Kamis, 24 September 2015

Cerpen bertema kewirausahaan

Keterbatasan bukan penghalang untuk sukses
Karya : Ratnasari Kumala Dewi

            Iwan adalah anak kedua dari 5 bersaudara. Ia hidup dari keluarga kurang mampu. Ayah ibunya adalah seorang buruh tani dan penghasilannya pun hanya pas-pasan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sangatlah sederhana. Iwan terkenal anak yang sangat baik, berbakti kepada kedua orang tuanya, dan sangat berprestasi disekolahnya. Tapi karena keterbatasan keadaan keluarganya dia hanya bisa mengenyang pendidikan sampai SMP saja. Disamping keterbatasannya itu, Iwan rajin membantu orang tuanya dalam kesehariannya, selain itu juga dia sangat rajin mengaji dan sholat lima waktu tidak pernah ia tinggalkan. Ia tetap berdoa kepada Allah semoga kondisi di keluarganya dapat membaik dan diberikan kemudahan serta berkah dalam mencari rezeki.
            Suatu ketika Iwan ingin sekali bekerja. Bekerja apa saja yang penting Halal. Dia berusaha mencari informasi kemana saja demi mendapatkan lowongan pekerjaan. Suatu saat ada seorang tetangganya yang memberi informasi tentang adanya lowongan kerja ditempat seorang juragan toko kelontong yang bernama Pak Arga. Pak Arga adalah pemilik toko kelontong tersebut yang dikenal sudah sukses. Iwan sangat senang mendengar kabar tersebut. Hari berikutnya pun ia memantapkan hati untuk melamar pekerjaan tersebut. Dan pada akhirnya Iwan langsung diterima menjadi karyawan di toko kelontong itu.
            Hari berganti hari, sifat Iwan pun mulai dirasakan oleh Pak Arga. Karena sikap jujur dan uletnya dalam bekerja, akhirnya dia di percaya oleh Pak Arga untuk mengelola toko kelontongnya sementara waktu, karena Pak Arga ingin pergi menjenguk keluarganya di kampung halaman. Iwan sangat senang dan ia menerima tugas yang yang diberikan Pak Arga dengan lapang dada dan penuh tanggung jawab. Dia semakin bekerja keras dan lebih bersemangat. Dari hasil kerja keras selama ini itulah ia dapat menabung sedikit demi sedikit dari hasil yang ia dapatkan.
Dengan kesabaran dan keuletannya dalam menabung, akhirnya ia dapat mengumpulkan modal untuk usahanya sendiri. Dia bercita-cita ingin membangun toko kelontong. Dia berharap agar kerja sampingannya yang ia tekuni sendiri itu nantinya akan berhasil dan dapat terus berkembang.
Lambat laun toko kelontong Iwan tersebut banyak dikenal orang atau masyarakat dan tiap harinya ramai sekali dikunjungi pembeli. Karena semakin ramai dikunjungi orang-orang yang pada berbelanja, Iwan sampai kewalahan jika ia tetap bekerja di toko kelontong Pak Arga. Akhirnya ia memutuskan untuk berhenti di toko kelontong Pak Arga dan ingin mengembangkan usaha yang ia bangun walaupun kecil-kecilan yang ia garap dengan  jerih payah sendiri.
Iwan tetap rajin menabung sampai dia juga berhasil memperbaiki toko kelontong kecil-kecilannya menjadi semakin besar. Dan dengan keuletannya ia dapat membangun cabang-cabang toko kelontong di berbagai kota-kota besar lainnya.
Iwan sangat bersyukur kepada Allah Swt atas berkah dan rahmatnya sehingga dia bisa mewujudkan impannya itu, Iwan tidak akan pernah melupakan jasa-jasa orang tuanya yang sudah membanting tulang untuk membesarkannya meski dalam keadaan banyak kekurangan. Dan Iwan juga tidak lupa pula oleh Pak Arga yang senantiasa selalu mendukungnya dan selalu membantu Iwan untuk mewujudkan impiannya tersebut. Orang tua beserta Pak Arga bangga dengan pencapaian yang bisa diraih oleh Iwan yang saat ini sudah menjadi orang yang sukses.


TAMAT

Jangan lupa beri komentar ya setelah membaca, aku butuh komentar dari kalian untuk memperbaikinya menjadi lebih baik J terima kasih

Minggu, 06 September 2015

LIBURAN SINGKAT DI JOGJAKARTA

Tepatnya Minggu, tanggal 30 Agustus 2015, berangkat pada pukul 07.30 WIB, dengan mengendarai bus, aku bersama keluarga berkunjung ke Jogja. Tempat yang kami kunjungi antara lain pantai indrayanti, pantai sepanjang, dan malioboro. Perjalanan menuju ke Jogja memerlukan waktu beberapa jam. Aku selalu mengamati perjalanan hingga sampai tempat tujuan. Sungguh indah pemandangan sekitar. Tak lupa pula berbagai penjual aneka makanan dan minuman berjejer atau biasa kita menyebut dengan Warung dan Lesehan di tepi jalan. Sungguh luar biasa mereka, mencari nafkah hingga larut malam. Sesaat kemudian sampai pada tujuan pertamaku yaitu pantai indrayanti. Di pantai indrayanti kami bisa menikmati keindahan pantai yang sangat indah dengan karang pepohonan yang terletak di pojok kanan dan kiri. 
Dengan suasana yang menyenangkan, aku dan adikku bermain bersama dipinggiran pantai. Air biru, yang ditiup oleh kerasnya gelombang dari pantai, dengan angin sepoi yang seolah-olah menyambutku. Adikku sangat senang ketika sedang asik bermain dengan air gelombang yang datang silih bergantian. Aku selalu berjaga-jaga disamping adikku, sambil ikut bermain dengannya.
Setelah asik bermain air pantai, aku dan adikku memutuskan untuk bermain pasir pantai itu. Kami berlomba-lomba membangun sebuah menara atau istana jikalau ada yang bisa memenangkannya akan mendapatkan sebuah ice cream :D disamping kita bermain tidak lupa kami selalu megambil foto pada setiap moment yang hendak kita lakukan, atau bahasa gaulnya selfi yang lagi ngetrend sekarang. Meskipun yang kita lakukan hanya sederhana tetapi sangat membuatku bahagia.
            Setelah puas bermain air pantai dan pasir sudah waktunya bagi kami untuk membersihkan diri dan melanjutkan perjalanan selanjutnya. Rasanya berat sekali meninggalkan pantai itu, karena keindahan yang tiada tara dan moment-moment bersama keluarga itu lah yang menjadikan liburan kali ini berbeda dengan liburan-liburan yang biasa aku lakukan.
            Setelah aku keluar dari pantai tersebut, aku melanjutkan perjalanan ke obyek wisata yang ke dua, yaitu ke pantai sepanjang. Saat perjalanan ke pantai sepanjang, aku melihat disetiap jalan pasti ada batu kapur yang sangat besar, bahkan ada bukit kecil yang terbentuk oleh tumpukan batu hitam yang berongga. Setelah kurang lebih 1 jam, bus kami akhirnya sampai pada tempat tujuan. Kurang lebih 95 meter dari tempat tujuan aku sudah bisa menyaksikan keindahan pantai tersebut. Pantai yang amat luas dengan ombak yang seolah-olah menghantam dengan kerasnya. Aku bersama keluargaku sangat menikmati keindahan pantai itu. Di sana kami tidak banyak melakukan aktivitas karena kami sudah agak capek karena bermain-main di pantai indrayanti.
            Setelah 2 jam kami bermain di pantai sepanjang, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke malioboro. Perjalanan dari pantai sepanjang ke malioboro sangat membutuhkan waktu yang extra, karena terhitung cukup jauh jarak antara kedua tempat tersebut. Kami sampai ke Malioboro tepat pukul 18.30 WIB. 
Meskipun hari sudah larut malam, tetapi disana tetap saja sesak oleh wisatawan-wisatawan dari segala daerah sampai manca negara pun datang kemari. Aku bersama keluargaku memutuskan untuk berjalan kaki sambil menikmati suasana malam di Malioboro. Sedang asyik berjalan sambil bercanda, ada becak gas (becak motor) berjalan pelan disamping kami. Dalam batinku sungguh unik karya-karya yang ada di sana. Ada sekelompok wisatawan asing yang sedang duduk sambil tertawa, ada juga yang bermain gitar sambil bernyanyi ria bersama teman-temannya. Hangatnya udara kota Jogja yang bersahabat membuat suasana malam ini semakin nyaman. Sebagai traveler, aku tak mau melewatkan suasana malam yang indah ini. Aku pun langsung mengeluarkan kamera dari dalam tas yang aku gendong untuk mengabadikan moment ini. Aku dan keluargaku mulai berfoto senarsis mungkin di papan nama Jl.Malioboro, di pohon yang sebagian batangnya dilingkari dengan kain batik. Kami memotret becak yang berjejer rapi di pinggir jalan, memotret papan nama toko yang ada tulisan seni dan batiknya.
            Setelah aku mulai merasa capek berfoto ria dengan keluarga, aku pun memutuskan untuk berbelanja dengan cepat. Di sana semuanya serba ada, mulai dari makanan, baju, aksesoris, sampai mainan tradisional pun dijual disana. Sampai-sampai aku dan ibuku kewalahan ingin membeli segala sesuatunya. Setelah selesai berbelanja aku dan keluargaku kembali menuju bus dan kembali kekota kelahiranku. Kali ini sungguh liburan yang paling indah yang pernah aku lakukan bersama keluargaku. Semoga aku dapat berlibur dengan keluarga lagi lain waktu.

Ini ceritaku berlibur bersama keluarga. Mana ceritamu? :D

Senin, 31 Agustus 2015

Cerita motivasi : Kerikil-kerikil

Kisah di sebuah pedalaman, hidup seorang pemuda yang pemurung. Seluruh hidupnya selalu dia hiasi dengan penyesalan.

Kenapa aku lakukan itu tadi... Kenapa harus begini...

pernyataan selalu terlontar dalam benak pemuda itu.... Entah berapa hari dia lewati dengan penuh kemurungan itu... Hingga suatu hari di saat dia duduk di depan rumahnya muncullah seorang nenek yang tua sedang meminggul sesuatu yang sangat berat di punggungnya.

Herannya nenek itu tidak terlihat letih atau pun pucat. Mukanya tampak berseri-seri dan penuh senyuman. Lalu nenek itu bertanya ke pemuda itu.

"Nak... Nenek mau tanya... Kalau lewat jalan ini tembusnya kemana ya?" Pemuda itu merasa heran dan menjawab "Oh Nenek mau kemana? Kalau lewat jalan ini nenek akan ke desa seberang. Ehm nek apa yang Nenek bawa itu?" pemuda itu pun penasaran dengan ap yang dibawa nenek itu.

"Oh terima kasih nak... Nenek mau ke suatu tempat yang bisa menaruh apa yang nenek bawa ini" nenek itu pun menjawab. "Memang apa yang nenek bawa ini?" pemuda itu mulai penasaran.

"Nenek membawa kerikil yang nenek pungut di sepanjang perjalanan nenek ini." Nenek itu menjawab sambil tersenyum

"Maksud nenek yang nenek bawa itu kerikil? Khan itu berat Nek? Kenapa nenek tidak merasa lelah membawa kerikil sebanyak itu?" Pemuda itu makin penasaran.

"Karna nenek mrasa yang nenek bawa ini bukanlah sebuah kerikil yang memberatkan nenek.. Kerikil ini adalah bagian dari perjalanan nenek menuju tempat dimana harus kerikil ditaruh. Kerikil itu indah Nak... dan nenek bahagia membawanya."

Perkataan nenek itu membuat pemuda itu terdiam sejenak... lalu pemuda itu bertanya "Ehm... Kalau boleh saya tahu tempat yang nenek sebut tadi untuk menaruh kerikil ini dimana nek?"

Dengan senyum yang berseri... nenek itu menjawab "Kenangan Nak :-)" Lalu nenek itu berjalan lagi dan menghilang di rerimbunan hutan.

Kisah Pohon Apel Dan Seorang Anak

Dahulu kala, ada sebuah pohon apel yang sangat besar. Ditempat itulah seorang anak kecil suka datang dan bermain di sekitarnya hampir setiap hari.Dia selalu naik ke dahan dahan ranting rendah yang cukup kokoh, lalu makan apel yang telah memerah, sambil tidur tiduran dibawahnya. Dia begitu mencintai pohon apel tersebut dan juga sebaliknya, pohon itu sangat senang bermain dengan sang anak.
Waktu berlalu ... si anak kecil telah besar dan dia tidak pernah terlihat lagi bermain di sekitar pohon seperti hari hari sebelumnya. Sampai suatu hari, anak itu datang kembali ke pohon apel dan ia tampak sangat sedih.
"Kamu datang untuk bermain dengan saya?" tanya pohon tersebut dengan sangat gembira.
"Saya bukan lagi seorang anak kecil, saya tidak bermain-main lagi dengan pohon" Sahut sang anak.
"Saya ingin mainan. Saya butuh uang untuk membelinya. "
"Maaf, tapi saya tidak memiliki uang ... tetapi kamu dapat memilih semua buah apel yang saya miliki ini dan kamu bisa menjualnya. Jadi, kamu bisa punya uang untuk membeli mainan itu" Jawab sang pohon.
Anak itu sangat bergembira dan terlihat bersemangat. Dia meraih semua apel di pohon dengan sangat bahagianya.
Sekian lama berlalu. Anak itu tidak pernahkembali lagi setelah ia mengambil buah apel waktu itu. Si Pohon merasa sangat sedih.
Di suatu hari yang cerah, anak laki-laki itu kini telah berubah menjadi seorang pria dewasa. Ia kembali menemui pohon itu.
"Kamu datang untuk bermain dengan saya?"kata pohon dengan bersemangat.
"Saya tidak punya waktu untuk bermain. Saya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak istri. Kami membutuhkan rumah untuk berteduh. Dapatkah Anda membantu saya? "
"Maaf, tapi saya tidak memiliki rumah. Namun kamu dapat memotong dahan-dahan saya untuk membangun rumah mungil yang indah"
Mulailah lelaki itu memotong semua dahan pohon yang ada di kanan dan kiri. Pohon itu senang melihatnya.
Untuk berapa lama, lelaki itu pun tidak pernah datang kembali sejak saat itu. Pohon apel itu merasa kesepian dan terlihat sangat sedih.
Suatu hari musim panas, lelaki itu kembalidan pohon apel itu pun terlihat begitu sangat gembira.
"Kamu datang untuk bermain dengan saya?" Sahut Pohon.
"Saya mulai tua dan tidak bisa bermain lagi. Aku ingin pergi berlayar kesamudera luas untuk bersantai sendiri. Dapatkah kamu memberi saya perahu "kata pria itu.
"Gunakan batang saya untuk membangunperahu impianmu. Nanti kamu bisa berlayar jauh dan bahagia dengan keinginanmu itu .
Jawab sang pohon.
Mulailah lelaki itu memotong batang pohon, untuk kemudian akan dijadikannyasebuah perahu. Ia pun pergi berlayar, dansama seperti sebelum sebelumnya, ia tidak pernah muncul untuk waktu yang lama.
Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya, pria itu kembali lagi.
"Maaf anakku, Tapi aku tidak memiliki apa-apa untuk kau ambil lagi. Tidak ada lagi apel yang bisa kau petik, tidak ada lagi cabang dahan yang bisa kau ambil ..." Kata pohon.
"Tidak apa-apa, saya tidak memiliki gigi lagi untuk memakan buahmu, tidak ada tenaga untuk memanjat dahan dahanmu. Saya terlalu tua untuk itu"kata sang lelaki.
"Saya benar-benar tidak bisa memberikanapa-apa ... satu-satunya yang kini saya miliki adalah akar pohon tua yang sudah rapuh" kata pohon apel sambil bercucuran air mata.
"Saya tidak memerlukan banyak hal sekarang, saya hanya butuh sebuah tempat untuk beristirahat. Saya lelah setelah bertahun-tahun mengembara"
jawab sang lelaki.
"Baiklah! Akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk bersandar dan beristirahat melepas penat. Ayo, ayo duduk bersama saya"
Pria tua itu pun mendekat dan pohon apelitu terlihat sangat senang dengan seuntai senyum bercampur air mata .
Ini adalah kisah setiap orang di dunia ini. Pohon apel itu ibaratnya adalah seperti para orang tua. Ketika kita masih kecil, kita senang bermain dengan Ayah dan Ibu.
Ketika kita telah tumbuh dewasa, kita meninggalkan mereka. Hanya datang sesekali kepada mereka ketika kita membutuhkan sesuatu atau ketika kita berada dalam kesulitan.
Tidak peduli apapun niat sang anak, orangtua akan selalu berada di sana, orang tua selalu tegar berdiri saat sang anak benar benar membutuhkan mereka. Dengan segenap kerelaan hati, mereka akan memberikan segala yang mereka bisa hanya untuk membuat Anda bahagia.
Kita mungkin berpikir anak itu sangat kejam kepada pohon. Tapi itulah sebuah gambaran nyata bagaimana kita semua sering memperlakukan orang tua seperti itu juga. Kita selalu menganggap remeh dan cenderung tidak menghargai semua yang mereka lakukan untuk kita. SAMPAI akhirnya kita Terlambat. Terlambat untuk menemukan apa maunya MEREKA.
Bukan harta benda, mereka tak butuh uangmu. Bukan rumah mewah, mereka tak butuhkan hal itu. Yang mereka inginkan adalah KAMU. Ya KAMU!

Untuk temani masa tua mereka, untuk sekedar berbagi hal-hal kecil bersama mereka.

Cara mudah Install CWM Andromax C

Cara mudah Install CWM Andromax C juga terbilang sangat mudah dilakukan dengan cara pasang aplikasi Terminal Emulator dan download Recovery.img untuk Andromax C. Berikut Install CWM Andromax C dengan Terminal Emulator:

*    Pertama Anda download Terminal Emulator dari Play Store dan download juga recovery.img Andromax C
*    Kemudian install dan buka Aplikasi terminal emulator,
*    Lalu ketik su lalu enter pada aplikasi terminal emulator, dan jika ada peringatan superuser, ijinkan saja.
*    Selanjutnya ketikdd(spasi)if=/sdcard/recovery.img(spasi)of=/dev/block/mmcblk0p13(spasi)bs=1024 lalu enter, dan agar tidak salah kode, maka pada "spasi" saya kasih keterangan dengan tanda kurung.
*    Dan bila sudah, Anda bisa tutup terminal emulator yang kemudian matikan Android.
*    Cara masuk CWM pada Andromax C Anda tekan tombol on/off dan Volume(-) secara bersamaan.

*    Selesai Anda sudah dapat masuk k CWM Andromax C.